Dari Jabir bin Abdillah, dikatakan, "Kami pernah berperang bersama Nabi Muhammad saw kemudian salah seroang dari kaum Muhajirin mendorong salah seorang dari kaum Anshar. Orang Anshar tersebut berkata, 'Wahai orang-orang Anshar!' Orang muhajirin pun berkata, 'Wahai orang-orang Muhajirin!' Lalu Rasulullah saw berkata, 'Ada apa dengan panggilan jahiliyah tersebut?' Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah sesungguhnya salah seorang dari kaum Muhajirin mendorong salah seorang dari kaum Anshar.' Kemudian Rasulullah saw bersabda, 'Tinggalkanlah panggilan jahiliyah tersebut karena ia berbau busuk'." (HR Muslim). Islam datang untuk memerangi tradisi jahiliyah. Satu di antaranya adalah tradisi menghidup-hidupkan ashabiyah (fanatisme kelompok/golongan dan sejenisnya). Tradisi ini terbukti telah mengakibatkan umat manusia berpecah belah, bahkan bermusuhan > satu dengan yang lain. Apalagi jika fanatisme itu hanya didasarkan atas pembelaan terhadap seseorang karena kedudukan, jabatan, atau keturunan. > > Secara tegas Islam telah melarang ashabiyah dengan segala macamnya. Ini bisa kita lihat dari sabda Rasulullah, "Bukan dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah, bukan pula dari golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah, dan tidak juga termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah." (HR Abu Dawud). > > Wailah bin al-Aqsa pernah bertanya kepada Rasulullah, "Apakah yang dimaksud dengan ashabiyah itu?" Maka jawab Nabi, "Kamu membela golonganmu pada kezaliman." (HR Abu Dawud). > > Oleh karena itu, Islam tidak pernah mengakui sama sekali setiap loyalitas, di luar loyalitas kepada Islam. Baik itu fanatisme daerah, chauvinisme, atau fanatisme nasionalistis. Itu semua merupakan propaganda jahiliyah yang justru harus dihindari. Islam juga tidak > mengakui setiap ciri yang membedakan manusia selain ciri iman dan kafir. > > Karena itu, Muslim yang satu adalah saudara bagi Muslim lainnya. Haram darahnya ditumpahkan. Di sana harus ada sikap saling tolong dalam kebaikan, dan sikap saling mengingatkan apabila ada kesalahan. Amar makruf nahi munkar, bukan sebaliknya justru > saling bermusuhan hanya karena ada perbedaan terhadap sesuatu yang sifatnya furu' (kecil/cabang). Padahal, sebenarnya yang harus diperangi bersama adalah kekafiran. > > "Hai umat manusia! Sesungguhnya Tuhanmu hanya satu. Ingatlah! Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang non-Arab, tidak pula ada kelebihan orang non-Arab atas orang Arab, tidak pula ada kelebihan orang yang berkulit merah atas orang kulit > hitam, dan tidak pula orang kulit hitam atas orang kulit merah, melainkan lantaran takwa. Sebab, orang yang paling mulia di antara kamu ialah yang paling bertakwa kepada Allah." (HR Baihaqi). > > Mari kita ikatkan tali persatuan umat Islam. Kita bangun dan sambung kembali Ukhuwah Islamiyah yang kini terlihat mulai putus. Umat Islam harus kembali kepada jatidirinya sebagai umat Islam, sebagaimana Allah menyebutnya sebagai khairu ummah (umat > terbaik) yang menyeru kepada yang makruf dan mencegah yang mungkar, serta beriman kepada Allah. Wallahu a'lam bi shawab.
Make your own free website on Tripod.com